Skip to content
Panduan Upgrade atau Membeli SSD untuk Laptop agar Performa Maksimal

Panduan Upgrade atau Membeli SSD untuk Laptop agar Performa Maksimal

Performa laptop Anda terasa lambat dan kurang responsif? Jangan buru-buru untuk memutuskan membeli laptop baru karena kamu dapat menghemat budget dengan melakukan upgrade satu komponen saja, apa itu? Storage atau media penyimpanan. Bagi yang masih menggunakan laptop dengan media penyimpanan berupa hard disk, maka upgrade ke SSD (Solid State Drive) akan memberikan lompatan performa yang signifikan tanpa harus ganti laptop baru.

Berikut ini adalah panduan singkat bagi pengguna laptop yang berencana untuk upgrade media penyimpanan dari hard disk ke SSD:

Mengapa Harus Upgrade ke SSD?

Alasan utama upgrade dari hard disk ke SSD adalah peningkatan performa. Media penyimpanan SSD menawarkan performa transfer rate minimal lima kali lipat dibandingkan hard disk biasa. Bahkan untuk SSD jenis NVMe, performa yang ditawarkan jauh lebih kencang lagi hingga lebih dari sepuluh kali lipat dari hard disk, luar biasa bukan?

Efek yang penulis rasakan saat pertama kali melakukan upgrade SSD adalah booting yang sangat singkat. Hanya butuh waktu singkat, pengguna sudah disuguhi tampilan desktop Windows. Bandingkan dengan hard disk yang rata-rata membutuhkan waktu 30 detik – 1 menit lebih untuk booting ke desktop Windows. Tak hanya soal booting, proses transfer file dan buka tutup aplikasi terasa jauh lebih cepat.

Kelebihan lain yang ditawarkan SSD adalah konsumsi daya yang lebih efisien dari hard disk. Selain itu, SSD juga lebih tahan banting untuk pengguna yang memiliki mobilitas tinggi karena tidak memiliki komponen mekanik seperti hard disk, sehingga lebih tahan getaran dan guncangan.

Cek Apakah Laptop Mendukung Upgrade?

Sebelum memutuskan untuk upgrade ke SSD, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan apakah laptop yang digunakan dapat di upgrade. Anda dapat membongkar laptop dan mengecek sendiri slot apa saja yang tersedia untuk upgrade, apakah slot SATA atau M.2. Jika tidak memiliki keberanian untuk membongkar laptop, dapat mencari informasi di stus resmi vendor laptop tersebut.

SSD SATA atau NVMe?

Ada dua standar interface SSD yang banyak digunakan saat ini, yakni SATA dan NVMe. SSD jenis SATA adalah yang paling umum digunakan dan hampir semua laptop yang memiliki slot SATA dapat menggunakan SSD jenis ini. Selain itu, SSD SATA dengan form factor 2,5 inci harganya cukup terjangkau saat ini.

Akan tetapi jika membutuhkan performa yang lebih kencang, tentu saja SSD jenis NVMe dapat dipertimbangkan. SSD jenis ini menggunakan antarmuka M.2 PCIe yang menawarkan bandwdth yang lebar, sehingga memungkinkan performa transfer rate yang tinggi. Sebelum memilih SSD jenis ini, pastikan laptop Anda tersedia slot M.2 PCIe yang telah mendukung NVMe.

Memilih Merk SSD

Ada banyak brand atau merk SSD yang beredar di Indonesia saat ini. Pilihlah merk yang memang sudah memiliki pengalaman di bidang bisnis storage atau media penyimpanan. Selain itu, pertimbangkan pula merk SSD yang menawarkan garansi yang panjang setidaknya hingga 5 tahun.

Pilih Kapasitas Sesuai Kebutuhan

Terakhir, memilih kapasitas SSD sesuai kebutuhan. Harga tiap kapasitas SSD berbeda cukup jauh, sehingga memilih kapasitas sesuai kebutuhan adalah pilihan bijak dan menghindari pemborosan. Untuk bekerja sehari-hari, SSD berkapasitas 256GB atau 512GB sudah cukup bagi sebagian pengguna. Namun, jika Anda termasuk orang yang suka menyimpan banyak file multimedia, dapat mempertimbangkan SSD berkapasitas 1TB atau lebih.
Previous article Ini 4 hal Sepele yang Bikin Baterai Laptop Awet
Next article Mengenal 3 Keunggulan Laptop Gaming AMD Advantage