Skip to content
Begini Cara Upgrade SSD dengan Mudah dan Benar

Begini Cara Upgrade SSD dengan Mudah dan Benar

Pada ulasan kali ini, penulis akan membahas bagaimana cara upgrade SSD dengan mudah dan benar. Saat ini sebagian besar laptop dan PC desktop keluaran terbaru telah menggunakan media penyimpanan SSD (Solid State Drive). Harga yang ditawarkan per-GB memang lebih mahal dari hard disk konvensional, tetapi hal tersebut dibayar dengan peningkatan performa transfer rate yang signifikan.

Seiring berjalannya waktu, akan makin banyal file yang tersimpan di SSD dan kemudian penuh. Solusinya adalah melakukan upgrade ke SSD dengan kapasitas yang lebih besar. Bagi laptop yang memiliki slot M.2 atai drive bay 2.5 inci tambahan, upgrade storage adalah hal yang sangat mudah karena SSD baru cukup dipasang ke slot M.2 atau SATA yang kosong.

Lalu bagaimana jika slot M.2 SSD hanya ada satu buah dan itu terpakai oleh SSD utama? Hal ini memang bukan perkara mudah karena sistem operasi dan data pengguna tersimpan di dalam SSD lama dan SSD baru masih dalam kondisi kosong. Jika SSD lama langsung diganti dengan SSD baru tanpa melalui proses instalasi, maka laptop tidak akan dapat beroperasi karena belum terinstal sistem operasi.

Setidaknya ada dua cara untuk mengatasi masalah di atas, yakni melakukan instalasi ulang dari awal atau melakukan kloning drive yang sudah ada dan dipindahkan ke SSD yang baru. Berikut langkah-langkahnya.

Melakukan Backup Data

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memutuskan upgrade SSD baik menggunakan cara yang pertama atau cara yang kedua, adalah melakukan back up data terlebih dahulu. Siapkan hard disk eksternal dan pindahkan data-data penting Anda di sana. Anda juga dapat melakukan back up ke cloud storage jika memiliki koneksi internet yang memadai.

Cara 1: Instal Ulang dari Awal

Cara paling mudah untuk melakukan upgrade SSD adalah melakukan instal ulang dari awal. Anda hanya cukup menyiapkan sebuah USB installer berisi sistem operasi. Lakukan upgrade SSD dengan mengganti SSD lawas ke SSD yang baru. Kemudian lakukan instalasi sistem operasi menggunakan USB installer yang telah disiapkan.

Kelebihan menggunakan cara ini adalah sistem operasi menjadi lebih fresh dan performanya kembali seperti sebuah laptop baru. Akan tetapi, metode ini memiliki kekurangan yakni memakan waktu lama. Anda harus menyediakan waktu untuk melakukan instalasi sistem operasi, update sistem operasi, instalasi aplikasi atau software yang digunakan, dan masih ditambah proses setting sana-sini yang diperlukan.

Cara 2: Menggunakan Aplikasi Kloning

Apabila Anda tak memiliki cukup waktu untuk menggunakan cara pertama, mungkin cara kedua ini lebih cocok karena waktunya lebih singkat. Anda harus menyiapkan sebuah SSD enclosure untuk membuat SSD baru menjadi sebuah drive eksternal. Setelah itu Anda dapat memanfaatkan aplikasi kloning SSD atau hard disk yang tersedia secara free atau yang berbayar. Penulis sendiri menggunakan aplikasi Macrium Reflect atau Acronis True Image untuk melakukan tugas ini.

Langkah berikutnya adalah hubungkan SSD baru ke laptop menggunakan enclosure. Jalankan aplikasi kloning drive dan lakukan kloning Drive C: yang berisi sistem operasi ke simpan di SSD yang baru. Setelah proses selesai, matikan laptop dan lakukan upgrade SSD lama ke SSD baru yang telah tersimpan kloning sistem.

Setelah semua proses dilakukan, laptop dapat langsung dinyalakan dan SSD baru telah terinstal sistem operasi lengkap dengan aplikasi yang Anda gunakan. Kekurangan metode ini adalah kadang hasil kloning tidak sempurna dan laptop tidak dapat booting. Meski demikian, kasus seperti ini jarang terjadi.

Previous article Begini Cara Membersihkan PC All In One PC dan Laptop dengan Benar
Next article Begini Cara Tingkatkan Daya Tahan Baterai di Windows 11