Skip to content
Browser Edge Diam-Diam Impor Data dari Firefox dan Chrome, Ini Penjelasan Microsoft

Browser Edge Diam-Diam Impor Data dari Firefox dan Chrome, Ini Penjelasan Microsoft

Browser Edge

Belum lama ini beberapa pengguna telah mengungkapkan bahwa Microsoft Edge diam-diam mengimpor data dari browser lain seperti Chrome dan Firefox tanpa persetujuan pengguna. Hal ini muncul setelah pengguna melakukan update otomatis di Windows Update yang berkaitan dengan Microsoft Edge.

Biasanya, sebuah browser ketika selesai diinstal dan dijalankan pertama kali akan meminta izin pengguna untuk mengimpor data (history, bookmark, dll) dari browser lain. Akan tetapi, Microsoft Edge ini pertama dijalankan langsung melakukan impor data dan hal ini dialami oleh beberapa pengguna.

Bahkan sejumlah pengguna menemukan ketika browser Microsoft Edge ini ditutup secara paksa melalui Task Manager, Microsoft Edge masih melakukan impor data dari Google Chrome dan Firefox di background. Menanggapi masalah ini, Microsoft akhirnya angkat bicara dan mengatakan bahwa data  yang diimpor tersebut dapat dibuang jika pengguna tidak menginginkannya.

“Selama pengalaman pertama berjalan, pelanggan disajikan kesempatan untuk menyimpan atau membuang data yang diimpor. Data ini dibuang jika mereka memilih untuk tidak melanjutkan impor. Jika pelanggan mengakhiri browser Microsoft Edge baru secara prematur selama pengalaman run pertama (misalnya menggunakan Task Manager), data residual mungkin tidak sepenuhnya dihapus."

"Kami menyarankan pelanggan untuk tidak menutup proses pengaturan sebelum waktunya untuk memastikan hasil yang diharapkan,” tanggapan Microsoft atas isu browser Microsoft Edge.

Seperti yang dilansir dari Softpedia (30/06/2020), pengguna dapat menghapus data yang diimpor otomatis dari Firefox atau Chrome oleh Microsoft Edge secara manual jika tidak setuju dengan kebijakan tersebut.

Microsoft Edge sendiri adalah browser default di sistem operasi Windows saat ini. Browser tersebut telah mengalami perubahan yang cukup signifikan dan disertai dengan update logo yang lebih menarik pada versi terbarunya. Bahkan, menggunakan mesin render web di Edge yang sama dengan yang digunakan oleh Google Chrome, yakni Chromium.

Berbeda dengan Microsoft Edge generasi pertama yang tersedia di platform yang terbatas, kini versi baru Edge tersedia lintas platform. Hal ini tak lepas dari penggunaan mesin render Chromium yang memiliki kompatibilitas yang luas. Bahkan sistem operasi Windows 7 yang sudah dipensiunkan pun dapat menjalankan browser Edge generasi baru.

Previous article Dell Gaming G5 5090 MT, PC Desktop Gaming Powerful dengan GeForce GTX 1660 Ti
Next article Asus ROG Zephyrus G14 Resmi Diperkenalkan di Indonesia, Ini Harga & Spesifikasinya