Skip to content
Nadiem Makarim Siap Beli 240 Ribu Laptop Lokal Senilai 2,4 Triliun

Nadiem Makarim Siap Beli 240 Ribu Laptop Lokal Senilai 2,4 Triliun

Kemendikbudristek melakukan peningkatan penggunaan produk teknologi, salah satunya adalah peningkatan penggunaan perangkat laptop guna menunjang dunia pendidikan. Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengakan bahwa pihaknya siap mengalokasikan dana senilai 2,4 triliun untuk pengadaan 240 ribu laptop buatan dalam negeri.

Nadiem mengatakan bahwa laptop yang akan dibeli adalah laptop produk dalam negeri (PDN) guna mendukung kemandirian bangsa. Terkait produksi laptop dalam negeri, Nadiem akan mengandalkan laptop Merah Putih yang dikembangkan oleh konsorsium Merah Putih-Dikti Edu yang di dalamnya terdiri dari Kemendikbud-Ristek dan beberapa PTN, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tak hanya melibatkan konsorsium Merah Putih-Dikti Edu, laptop Merah Putih buatan dalam negeri ini juga turut melibatkan 400 SMK dan Politeknik untuk perakitan dan after salesnya. Nantinya, laptop Merah Putih ini akan mengusung merk Dikti Edu. Peningkatan penggunaan produk teknologi sendiri tak hanya dengan laptop, tetapi juga perangkat penunjang lain seperti router dan proyektor guna meningkatkan proses pendidikan di sekolah.

"Pemerintah mengalokasikan Rp2,4 triliun untuk dana alokasi khusus pendidikan tahun 2021 di tingkat provinsi, kabupaten/kota untuk pembelian 240.000 laptop. Pemanfaatan PDN ini memberi dampak luar biasa bagi kemajuan kita. Peningkatan hilirisasi dari riset perguruan tinggi dan produk SMK jadi prioritas kami untuk peningkatan SDM Indonesia," kata Nadiem Makarim.

Nadiem juga berharap adanya komitmen dari pemerintah daerah dan juga dinas pendidikan daerah untuk belanja produk lokal guna memenuhi kebutuhan dunia pendidikan. Nantinya pembelanjaan produk TIK PDN dapat dilakukan oleh sekolah melalui e-commerce SIPLAH dan pembelanjaan ini dapat diawasi melalui laporan penggunaan dana BOS.

"Di 2021 program ini berjalan, digitalisasi ini di jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, kita kirimkan 190 ribu laptop ke 12 ribu sekolah dengan anggaran Rp 1,3 triliun. 100% ini dibelanjakan laptop produk dalam negeri," tambah Nadiem.

Zyrex Banjir Pesanan

Salah satu brand laptop lokal, Zyrex, kabarnya menjadi salah satu pemasok laptop buatan dalam negeri. Tujuan program ini sendiri sebenarnya meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dan mengurangi ketergantungan terhadap impor laptop. Tak heran, Zyrex pun digandeng sebagai pemasok laptop dalam negeri.

"Zyrex telah menerima pesanan 165 ribu laptop dari dua distributor resmi kami dari Kemendikbud-Ristek jika dikonversikan nilainya Rp 700 miliar, dan kami siap memenuhi laptop dalam negeri sebesar Rp 17 triliun untuk tahun-tahun yang akan datang," kata Direktur Utama Zyrexindo Mandiri Buana Timothy Siddik.

Sedangkan untuk spesifikasi laptop Merah Putih yang digelar oleh pemerintah, pihak Zyrex sampai saat ini belum ada gambaran. Meski demikian, Zyrex mengatakan bahwa laptop yang dibutuhkan oleh murid adalah yang spesifikasinya ideal, tidak kurang dan juga tidak lebih.
Artikel sebelumnya Smekar dan NesbuOne, Laptop Rakitan Siswa SMK Tegal
Artikel berikutnya Laptop Merah Putih, Proyek Laptop Lokal untuk Dorong Produksi Dalam Negeri