Skip to content
Malware Ditemukan di Ekstensi Browser Microsoft Edge

Malware Ditemukan di Ekstensi Browser Microsoft Edge

Kabar mengejutkan muncul dari browser Microsoft Edge yang belum lama ini ditemnukan adanya malware di ekstensi browsernya. Malware tersebut menyamar sebagai ekstensi yang dapat mencuri data sensitif pengguna. Hal ini jelas mengancam keselamatan data dan privasi pengguna.

Seperti yang kita kertahui sebelumnya, Microsoft Edge telah melakukan perubahan yang mendasar dengan menggunakan mesin browser Chromium, sama dengan mesin yang digunakan oleh Google Chrome. Ini berarti Microsoft Edge dapat menjalankan semua ekstensi yang tersedia di Chrome Web Store.

Namun, Microsoft memiliki toko ekstension sendiri untuk browser Edge andalanya. Microsoft mengatakan hanya menerbitkan ekstensi yang disarankan yang sebelumnya telah diverifikasi dan divalidasi untuk browser-nya. Namun, ekstension Microsoft Edge ini rentan disusupi malware dan hal tersebut telah terjadi.

Sebuah malware yang menyamar sebagai ekstensi bernama Dark Theme for Edge hadir dnegan kode berbahaya yang tersimpan dalam berkas PNG. Kode berbahaya tersebut dapat melakukan pengunduhan dan eksekusi kode berbahaya lainnya dari server C&C. Ketika serangan itu selesai, ekstensi itu mampu mengumpulkan data dari halaman web menggunakan formulir palsu dan kemudian mengunggahnya ke pengontrol server oleh penyerang.

"Teknik malware yang menarik terungkap baru-baru ini. Beberapa salinan Dark Reader dengan nama yang mirip dan kode tambahan telah dihapus dari Firefox Add-Ons dan Microsoft Store."

"Sebuah kode berbahaya tersembunyi dan dikodekan dalam berkas dengan ekstensi *.png. Dalam 5 hari itu mengunduh dan mengeksekusi kode lain, yang mengumpulkan data dari halaman web menggunakan formulir palsu, dan kemudian mengirim data ini ke server jauh," analisa dari pengembang Dark Reader mengenai sistem kerja malware tersebut.

Mengetahui kemunculan malware tersebut, Microsoft bergerak cepat dngan menghapus ekstensi yang mengandung malware tersebut. Selain itu, Microsoft juga telah mencopot pemasangan ekstensi yang sudah terinstal sebelumnya untuk melindungi komputer ini, sehingga pengguna sekarang akan melihat peringatan bahwa "ekstensi ini mengandung malware".

Seperti yang dilansir dari Softpedia (18/05/2020), malware tersebut juga telah dihapus dari Chrome Web Store dan Mozilla add-on store.

Previous article Microsoft Stop Jual Windows 10 32-bit, Ini Alasannya
Next article Game Crusader Kings III Diluncurkan 1 September 2020