Skip to content
Laptop Merah Putih, Proyek Laptop Lokal untuk Dorong Produksi Dalam Negeri

Laptop Merah Putih, Proyek Laptop Lokal untuk Dorong Produksi Dalam Negeri

Pemerintah tampaknya ingin meningkatkan produksi laptop dalam negeri. Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan meluncurkan proyej laptop Merah Putih yang nantinya akan menggunakan merk Dikti Edu. Kehadiran laptop Merah Putih ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus meningkatkan kemandirian bangsa.

 Sebagai laptop lokal, laptop Merah Putih ini diharapkan memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahawa pemerintah telah mempersiapkan riset guna meningkatkan TKDN di laptop Merah Putih. Untuk tahap awal, laptop merah Putih akan memiliki kandungan lokal hingga 30% dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga 65%.

 Menggandeng Kampus Terkemuka

 Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) telah menggandeng kampus top tanah air untuk mengembangkan laptop Merah Putih, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

 PTN yang turut mengembangkan laptop Merah Putih ini bergabung atas nama institusi, bukan perseorangan. Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mengatakan bahwa masing-masing tim PTN terdiri dari lima koordinator yang aka ambil bagian yang berbeda dalam pengembangan laptop Merah Putih.

 Setidaknya terdapat lima kategori dalam tim PTN untuk pengembangan laptop Merah Putih, yakni platform hardware atau perangkat keras, platform sistem operasi, software (perangkat lunak) aplikasi, perangkat peripherals, dan komponen.

 "Tim akan bekerjasama dengan mitra industri untuk sisi produksinya. Tim ahli lebih fokus kepada RDE (penelitian, pengembangan, dan kerekayasaan), sementara untuk produksinya akan bekerjasama dengan mitra industri, baik lokal maupun multi-nasional,” kata Reini.

 Harga dan Ketersediaan

 Pemerintah bersama kampus tersebut telah membentuk konsorsium Merah Putih-Dikti Edu dan telah menggandeng menjalin kerja sama dengan industri untuk mengembangkan dan memproduksi laptop Merah Putih. Rencananya, laptop buatan anak bangsa ini mulai dipasarkan di dalam negeri 2022. Konsorsium ini awalnya akan memproduksi 10 ribu unit laptop Merah Putih dengan kisaran harga Rp 5 juta dan nantinya akan disusul tipe lain dengan spesifikasi lebih tinggi.

 "Harganya sekitar Rp 5 juta-Rp 7,5 juta tergantung tipe, dan di 2021 ini kami produksi 10.000 unit dengan harga yang Rp 5 juta. "Laptop dirancang untuk mampu bersaing. Kecanggihannya, dengan adanya software yang unik, seperti akses ke e-modul Dikti, secure test, serta ramah untuk tunanetra," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud-Ristek, Paristiyanti Nurwardani.

 Zyrex Siap Pasok Laptop Merah Putih 

Produsen laptop dalam negeri PT Zyrexindo Mandiri Buana yang lebih dikenal dengan brand Zyrex mengatakan bahwa pihaknya siap memasok 1,3 juta unit laptop senilai 17 triliun untuk pendidikan hingga 2024 mendatang. merk lokal ini siap menambah lini produksi guna mencukup kebutuhan pemerintah.

 "Tahun ini Zyrex sudah mengambil langkah dan sanggup menyediakan dan memproduksinya. Kami juga mengedepankan digitalisasi yang sudah berdiri 25 tahun dan menjadikan Indonesia melek digital. Kepemilikan laptop di setiap keluarga juga termasuk dari indeks prestasi TIK menjadi salah satu patokan kita maju atau tidak," kata Direktur Utama Zyrexindo Mandiri Buana Timothy Siddik.

Previous article Nadiem Makarim Siap Beli 240 Ribu Laptop Lokal Senilai 2,4 Triliun
Next article Itrixstore bagi bagi keceriaan di bulan Ramadhan