Skip to content
Kontroversi Spesifikasi Laptop Merah Putih, Ini Penjelasan Kemndikbud Ristek

Kontroversi Spesifikasi Laptop Merah Putih, Ini Penjelasan Kemndikbud Ristek

Rencana pemerintah untuk menghadirkan laptop Merah Putih ternyata menjadi perbiancangan hangat di kalangan masyarakat Indonesia. Baru-baru ini spesifikasi laptop yang diduga adalah laptop Merah Putih menjadi trending topic di Twitter. Mayoritas warganet ternyata mengkritisi spesifikasi laptop yang akan diberikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk sekolah-sekolah di Indonesia.

Spesifikasi laptop senilai Rp 10 juta per unit untuk pelajar yang rencananya akan diberikan oleh Kemendikbud Ristek dianggap warganet terlalu rendah. Laptop tersebut tampaknya mengusung platform Chromebook yang menggunakan sistem operasi Chrome OS dari Google. Berdasarkan informasi yang penulis himpun, spesifikasi laptop tersebut adalah:
  •  Prosesor Core 2 dengan kecepatan > 1,1GHz, cache 1MB
  • Memori standar 4GB DDR4
  • Grafis High Definition (HD) integrated
  • Hard Drive 32GB
  • USB Port: USB 3.0
  • Networking WLAN adapter (IEEE 802.11ac/b/g/n)
  • Audio integrated
  • Daya/power maksimun 50W
  • Sistem operasi Chrome OS
  • Device management: Ready to activated Chrome Education upgrade
  • Garansi 1 tahun

Warganet yang mengkritisi spesifikasi laptop yang diberikan untuk pelajar dari Kemendikbud Ristek ini sebagai laptop Merah Putih. Lalu apakah benar laptop yang dimaksud di atas adalah laptop Merah Putih yang dinisiasi oleh pemerintah yang menggandeng merk lokal dan PTN ternama?

Laptop Tersebut Bukan Laptop Merah Putih

M Samsuri selaku Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek menjelaskan bahwa ada salah kaprah mengenai penyebutan laptop Merah Putih. Laptop yang akan diberikan Kemendikbud Ristek untuk pelajar bukan laptop Merah Putih. Laptop tersebut termasuk bantuan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Beda, (laptop) merah putih itu istilahnya laptop yang sedang dikembangkan jadi beda yang sekarang proses pengadaan. Yang disebut laptop merah putih itu adalah laptop yang pure inisiatif akan dikembangkan murni oleh konsorsium riset perguruan tinggi.”

"Sebenarnya konsepnya diberikan ke sekolah untuk sekolah-sekolah yang belum memiliki TIK yang memadai. Sekolah minimal layak TIK kalau punya 15 komputer/laptop. Nah masih banyak yang belum memiliki itu, itulah yang diberi stimulus oleh pemerintah pusat melalui DAK non fisik," ungkap Samsuri.

Seperti informasi yang telah dirilis sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) telah menggandeng kampus top tanah air untuk mengembangkan laptop Merah Putih, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sebagai laptop lokal, laptop Merah Putih ini diharapkan memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahawa pemerintah telah mempersiapkan riset guna meningkatkan TKDN di laptop Merah Putih. Untuk tahap awal, laptop merah Putih akan memiliki kandungan lokal hingga 30% dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga 65%.

Tujuan utama dari program laptop Merah Putih adalah memumpuk kemandirian bangsa dan mengurangi ketergantungan impor. Selain itu, laptop Merah Putih ini nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mulai diproduksi tahun ini.

Previous article LG UltraFine OLED Pro, Monitor 32 Inci OLED Pertama di Dunia dengan Resolusi 4K UHD
Next article Acer Indonesia Siapkan Empat Produk Chromebook untuk Program Laptop Merah Putih