Skip to content
Buka Setiap Hari (10:00-21:00) 021-6013636 087878723456 ask@yolori.com
Buka Setiap Hari (10:00-21:00) 087878723456
Aplikasi Pinjaman Online Mencuri Data Gojek, Grab, dan Tokopedia

Aplikasi Pinjaman Online Mencuri Data Gojek, Grab, dan Tokopedia

Belum lama, seseorang warganet menceritakan mengenai database dirinya bersama dengan ribuan pengguna lainnya bisa di akses secara publik.

Sontak kabar ini cepat beredar dan menyedot perhatian para warganet, malahan sampai masuk kedalam kategori viral. Berikut berita yang menjadi viral di kalangan warganet.

Cuitan Dari Seseorang Warganet

Seorang pengguna facebook dengan akun bernama Niko Tidar Lantang Perkasa mengaku dirinya menemukan hal yang sangat mengejutkan. Lantaran dia menemukan adanya aplikasi pinjaman online yang database-nya dapat diakses oleh siapapun karena tidak menerapkan autentikasi.

Database tersebut berisi ribuan data pengguna. Seperti nomor kontak, alamat, nomor kontak kerabat, nomor kartu keluarga, nomor KTP, sampai foto selfie bersama dengan KTP-nya juga dapat dilihat.

Lebih dari itu, dilihat dari hasil tes aplikasi pinjaman online tersebut, Niko juga menyebutkan bahwa aplikasi itu dapat merekam riwayat perjalanan aplikasi Gojek dan Grab.

Dilansir tekno.liputan6.com, "Aplikasi juga merekam riwayat perjalanan Grab dan Gojek. Saya dapat melihat dengan detail lokasi penjemputan dan tujuan pergi, nomor HP kustomer dan driver, email, saldo Gopay, hingga pelat nomor si driver," tulis Niko Tidar Lantang Perkasa dalam unggahan Facebooknya beberapa waktu lalu.

Parahnya lagi, selain dapat mengakses data milik Gojek dan Grab, Aplikasi pinjaman online ini juga dapat mengakses riwayat pembelian di Tokopedia.

"Saya dapat melihat barang-barang apa yang dibeli pengguna, harga barang, nama pembeli, nomor HP, email, serta ke mana barang tersebut dikirimkan," kata Niko.

Tokopedia Menanggapi Masalah Tersebut

TOKOPEDIA
Gambar : Bangka Pos

Tokopedia langsung merespon mengenai kasus diatas, melalui Corporate Communications Nuraini Razak mengatakan, bahwa Tokopedia tidak menemukan kebocoran atau pembobolan data oleh pihak ketiga terhadap data rahasia pengguna.

Minggu (28/7/2019), "Data yang dimaksud adalah data pengguna yang memang bersedia 'memberikan akses untuk mempublikasikan' datanya melalui aplikasi pinjaman uang pihak ketiga yang dimaksud," kata Nuraini kepada wartawan liputan6.com.

Saat ini, Tokopedia bergerak cepat untuk mengambil tindakan yang sekiranya perlu untuk tetap menjaga keamanan serta kenyamana pengguna.

"Bisnis Tokopedia adalah bisnis reputasi dan kepercayaan, maka kerahasiaan dan keamanan data pribadi pengguna merupakan salah satu prioritas utama dalam bisnis Tokopedia," tutur Nuraini. 

Untuk saat ini, baru itu saja tindakan dan tanggapan yang diambil oleh Tokopedia untuk mengatasi masalah tersebut.

Previous article Untuk Apa Jeff Bezos Mencairkan Saham Amazon Senilai Rp.25 Triliun?
Next article Launching Inovasi Baru Dell Gaming G7 15 Series